Vaksinasi Masih Rendah, Operasional Tim Penyekatan di Bakauheni Belum Dibayar
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ombudsman RI mencatat kesadaran masyarakat di Bandarlampung untuk vaksinasi masih di angka 60 persen.
Padahal, idealnya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) minimal 70 persen.
Sementara, untuk keseluruhan di Provinsi Lampung angka vaksinasi baru mencapai 28 persen.
"Ini sangat rendah. Butuh edukasi massif agar kesadaran masyrakat meningkat," ujar anggota Ombudsman RI (ORI) Indraza Marzuki Rais didampingi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung, Nur Rakhman Yusuf.
Mereka melakukan kunjungan kerja ke Lampung dan bertemu Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di ruang Satgas Covid-19 Gedung Keratun, Pemrov Lampung, Rabu (13/10/2021).
ORI berkoordinasi terkait perkembangan penanganan Covid-19 dan penyaluran bantuan sosial di Provinsi Lampung.
Selain itu ORI menangkap adanya beberapa permasalahan. Seperti update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak lagi online.
Menanggapinya, Pemprov berharap beberapa kendala mendapat perhatian ORI untuk dikomunikasikan kepada instansi terkait.
Termasuk pembayaran operasional tim penjagaan/penyekatan di Pelabuhan Bakauheni saat Covid-19 meningkat di waktu lalu.
Selanjutnya pihak Ombudsman melakukan sidak pelayanan vaksinasi di Mal Kartini dan kunjungan ke RSUD Abdul Moeloek.
Ombudsman
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
